Kampung Pasundan Cisamaya Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan mengusung kegiatan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober. Hal ini merupakan bentuk konsen terhadap budaya dan kearifan lokal sekaligus mencoba mengkolaborasikan dengan filosofi alam.
Kegiatan Hari Batik Nasional Kabupaten Kuningan yang dipusatkan di Kampung Pasundan Cisamaya tersebut menggelar tajuk 'Jagat Batik', selama dua hari, Sabtu dan Minggu (1-2/10/2022), dikemas secara meriah dengan agenda Lomba Fotografi, Workshop Batik, Fashion Show, Tarian, Seni Budaya, Pameran Batik, Bazar UMKM dan lain-lain.
Pembina Baraya Salembur dan Pembina Kampung Pasundan Cisamaya, Ida Tri Novianti, kepada media, memaparkan, event Jagat Batik diharapkan akan menjadi agenda nasional Hari Batik, karena Jagat Batik tersebut menjadi even yang benar-benar memperkenalkan keunikan, kekayaan, dan keberadaan Batik di Kuningan yang sebenarnya.
"Kuningan sebenarnya kaya akan potensi Batik, seperti Paseban Tri Panca Tunggal yang telah merintis batik sejak tahun 2006 dan sudah go internasional, juga masih banyak penggagas batik lainnya. Selain ikon kuda, ada ikon Kuningan lainnya yang mempunyai nilai jual seperti ikon bokor dan ikan dewa. Itu semua dengan segala filosofinya, mempunyai nilai jual secara nasional," papar Ida.
Berbicara Pasundan Cisamaya, Ida menerangkan, jika Kampung Pasundan Cisamaya adalah tempat sebagai inkubator budaya. Tidak sekedar di Kuningan saja, namun dirinya konsen untuk tetap memperkenalkan budaya Kuningan, Budaya Pasundan ke luar.
"Kami tetap konsen memperkenalkan dan mempertahankan budaya, apalagi sekarang budaya dan adat istiadat lokal sudah mulai punah. Remaja sekarang seolah tidak mengenal budaya dan kearifan lokal. Mereka lebih senang dengan budaya luar. Maka kolaborasi batik dan budaya pun sebagai salah satu upaya untuk mengajak kepada remaja supaya tidak melupakan budaya daerahnya sendiri," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Pasawahan Nurpin Panuju H, ST selaku pembina acara sekaligus tuan rumah kegiatan menyampaikan bahwa dengan adanya acara Jagat Batik ini diharapkan bisa mempromosikan Batik Kuningan itu sendiri, sekaligus memperkenalkan Desa Pasawahan sebagai Desa Wisata, karena Desa Pasawahan mempunyai banyak potensi wisata diantaranya ODTWA Kampung Pasundan Cisamaya, Sumur 7 Kajayaan, Situ Cibuluh yang ada di kawasan TNGC, serta obyek wisata Balong Kambang, Situ Cipariuk, Sawah Baturoke dan Sawah Simaja sebagai obyek wisata milik Desa Pasawahan.
Nurpin juga menyampaikan ucapan terimakasih serta penghargaan setinggi-tingginya untuk Pembina Kampung Pasundan Cisamaya dan Sanggar Seni Baraya Salembur beserta seluruh panitia yang sudah memprakarsai kegiatan Jagat Batik level Nasional ini, karena secara tidak langsung turut mengangkat nama Desa Pasawahan, dan Nurpin berharap semoga dimasa mendatang bisa mengadakan acara serupa di Desa Pasawahan.
Kegiatan Jagat Batik dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sekda Kabupaten Kunigan mewakili Bupati Kuningan, serta unsur Dinas terkait dari Kabupaten dan Provinsi, TNGC, Paseban Tri Panca Tunggal, Siswa Sekolah, para Pakar Batik, pelaku Usaha dan Pengrajin Batik, Fotografer, penggiat Seni Budaya, unsur Pemerintah Desa dan PKK se Kecamatan Pasawahan, para Pendamping, keterlibatan masyarakat sekitar serta para undangan lainnya.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat sendiri sangat mengapresiasi keberadaan Kampung Pasundan Cisamaya dengan segala keunikan, keindahan alamnya serta suasana Kampung yang asri.